Graha Tristar

Graha Tristar

Senin, 31 Maret 2014

Matoa’s Facility : Bar Counter sebagai penunjang bagi calon professional perhotelan (Bartender)

     Fasilitas penunjang belajar Mahasiswa di Akpar Majapahit sudah terbilang lengkap. Salah satunya adalah counter Bar berbentuk “L” ini memang disediakan menunjang kegiatan belajar Mahasiswa khususnya Perhotelan.
Akpar Majapahit tidak hanya menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai. Disamping fasilitas pembelajaran,juga menyediakan pelayanan yang yang dapat diakses oleh seluruh mahasiswa guna mencapai visi,misi dan strategi Akpar Majapahit, seperti misalnya Ruang Travel Yang letaknya dilantai 1 depan pintu masuk Akpar Majapahit itu. Adapun beberapa fasilitas penunjang lainnya,seperti Kitchen Lab yang memenuhi standart hotel, Maja Resto, Kitchen Shoot, Lab Komputer, Pantry, Laundry, dan 1 kamar hotel (Suite room) yang letaknya di lantai 4 Kampus Akpar Majapahit bersebelahan dengan letak Bar Counter ini.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
HP: 081286358533. PIN: 2A96E298.

Selain menyediakan lingkungan yang nyaman serta kondusif bagi Mahasiswa untuk belajar dikampus Akpar Majapahit. Sehingga mahasiswa belajar secara maksimal dan efektif, diharapkan supaya mereka mampu berperan secara nyata dengan menciptakan sebuah inovasi terbaru sesuai dengan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan kontribusi nyata dalam dunia perhotelan.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
HP: 081286358533. PIN: 2A96E298.
Contohnya Mahasiswa Perhotelan semester 4 ini, mereka memanfaatkan fasilitas Bar untuk menciptakan bahkan berinovasi mencampur minuman serta belajar juggling diluar jam mata kuliah. Calon  professional perhotelan yaitu mahasiswa yang sudah minat di bidangnya masing masing antara lain F & B Service, F & B Product, house keeping,Front Office (Receptionist), serta Bar, mereka selalu melatih kemampuan sesuai dengan bakat dan minat yang ada pada dirinya. Terlebih lagi Kampus Akpar  Majapahit membebaskan Mahasiswa menggunakan fasilitas lengkap di kampus untuk mendukung aktivitas program pendidikan yang menyeluruh maupun khusus misalnya seperti untuk persiapan pada saat “On The Job Training” di Hotel berbintang.
Mata kuliah Bar diajarkan pada semester 2, yaitu mereka terlebih dahulu dapat teori nya saja. Dalam kuliah perhotelan yang menerapkan kurikulum berbasis kompetensi ,praktek memegang peranan penting. Sehingga Mahasiswa semester 2 pun bebas ikut praktek dengan bimbingan Semester 4 yang memang sudah mulai praktek dan mereka telah mampu membuat aneka minuman Mocktail maupun cocotail. Hal ini menjadi pembelajaran diluar jam kuliah oleh anak semester 2 untuk belajar bersama kakak tingkatnya.
Adapun fasilitas yang terdapat pada Bar counter Akpar Majapahit antara lain : tersedia banyak botol Minuman Alkoholik sebagai display sehingga Counter Bar terlihat lebih elegant seperti Standart Bar di hotel.


Minuman minuman alkoholik yang tersedia di Bar Counter tidak untuk dipergunakan secara bebas oleh Mahasiswa, namun sebagai pananggung jawab juga sebagai pemakai Bar mereka wajib mengisi Bin card yaitu kartu Inventory yang berfungsi untuk mengetahui keluar masuknya barang yang telah digunakan pada hari itu juga.
Sejauh ini Mahasiswa telah mampu membuat berbagai macam minuman Mocktail (non Alkohol) maupun Coktail (Alkohol) seperti Rainbow,long island, Singapore Sling, Lamborgini,Green Grass,dll.
Counter Bar ini menyediakan beberapa botol minuman alkohol seperti gyn,Rum,Tequila, Whisky,Martini (White wine), Bitter,Brandy,Midory,Vacary,Galiano,Bailyeys dll.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
HP: 081286358533. PIN: 2A96E298.
Pada saat Praktikum kelas ,Mahasiswa diberi kebebasan membuat minuman sesuai dengan kreatifitas mereka. Sehingga mahasiswa bebas berkreasi namun masih tetap dalam bimbingan dosen Bar.
Peralatan di Counter Bar ini juga tergolong lengkap,sehingga mampu mendorong lancarnya praktikum. Mulai dari aneka glass ware antara lain ; Water Goblet, Wine glass, Red glass, Collin glass, expresso cup, pilsner, latte cup, bir glass, slocky dll.


Counter Bar juga punya Automatik Coffe make (mesin kopi otomatis) karena selain membuat aneka macam minuman Mocktai dan cocktail,mereka juga dituntut agar bisa dan menguasai cara pembuatan olahan kopi,teh dll.


Dilengkapi juga cutleries (Long bar spoon,garnish knife dll) ,jigger, shaker, cutting board, pick cocktail dsb.
Aplikasi pengetahuan dan pengalaman kerja nyata bagi calon professional perhotelan yaitu telah dirancang sebagai aktualisasi dari nilai tambah dan kemampuan merupakan nilai tambah dan keunikan di Kampus Akpar Majapahit, sehingga Mahasiswa mampu dan siap bersaing di dunia kerja,khususnya perhotelan. Serta member bekal pada saat On the Job Training. (/Nisa)

Sabtu, 29 Maret 2014

PROFIL MAHASISWA : Mahasiswi Kepo yang Hobi Traveling

Nama                    : Denyta Sarah Pritania a.k.a Dena
Favorite Quotation : "To the world you may be just one person, but to one person you may be
                              the  world" - Brandi Snyder
Job Description   : Tour Leader 
 Pengalaman       : - Menangani grup pemerintahan berskala domestik, seperti kunjungan ke
                             Cimahi, Bimtek di Bali, dan lain-lain 
                             - Menangani grup dengan peserta lebih dari 100 orang dalam wisata
                             Bandung-Jakarta 

Hai hai semuanya! 
Kali ini aku dapet kesempatan untuk menceritakan diriku sendiri. 
Bukan, bukan untuk narsis kok, tapi ingin berbagi pengalaman tentang kuliah sambil kerja versi anak usaha perjalanan wisata MATOA. 
Jadi guys, aku emang udah lama banget gak nulis dan berbagi cerita ke kalian. Bukan tanpa sebab juga, bukan karena cari jodoh juga sih, tapi aku sedang disibukan dengan pekerjaanku di luar sana, yaitu sebagai Tour Leader.
For your information, Tour Leader ini beda sama Tour Guide. Kalo Tour Guide itu menjelaskan tentang obyek atau cerita tentang sejarah dan semacamnya, serta membimbing peserta. Nahh, kalo Tour Leader ini dia yang memimpin sebuah grup, biasanya dia yang mendahului rombongan datang ke sebuah tempat untuk mempersiapkan segala hal, agar ketika peserta tour datang sudah "langsung pakai". Mostly, Tour Leader ini adalah tour planner yang menjual paket tadi, karena dialah yang mempunyai koneksi dengan orang-orang di komponen produk-produk pariwisata. 

Starting of experience 
Awalnya aku emang suka jalan-jalan, apalagi kalo jalan-jalannya gratis, hehe 
Pertama aku jadi Tour Leader atau TL ini ketika aku duduk di bangku SMA kelas 3. Aku juga gak punya basic pariwisata dari aku SD sampai SMA. Tapi, orang tuaku khususnya ayah, emang seorang yang ahli di bidang tourism seperti ini. Dari kecil aku udah keliling-keliling, sekolah pun ikut keliling-keliling. SD dulu aku udah pindah 3x, dari Sidoarjo, Bali dan akhirnya berlabuh di Malang sampai aku lulus SMA. Tuhkan, sekolah pun aku keliling-keliling, jadi emang udah mengalir dalam darahku gitu (ahayy) 
Karena ayah mempunyai usaha di bidang tour and travel, akupun memiliki vision untuk bekerja di bidang itu juga. Dan terpilihlah MATOA ini sebagai tempatku menuntut ilmu. Dari kurikulum yang aku lihat serta visi dan misi MATOA prodi UPW ini sangat cocok dengan visionku tadi, dengan mantap aku memilih MATOA. 
Ternyata emang gak sia-sia lho. Dari yang aku gak tau apa-apa tentang pariwisata, akhirnya aku jadi tau segala hal, ini berkat pengalaman-pengalaman dosen pengajar yang emang sudah bekerja di bidang ini cukup lama dan memahami karakteristik setiap komponen, sehingga pengajarannya tidak hanya sebatas angan-angan, tapi emang itu realitanya. 
Sejak itu aku jadi semakin paham pekerjaan seorang Tour Leader. Semakin paham bagaimana sifat dan karakter masing-masing wisatawan, dan mulai untuk "ngemongi" peserta tour. 

In routine activity 
Sehari-hari aku jadi mahasiswi UPW dan journalistik di MATOA, kalo udah liburan kuliah aku ambil shift kerja jadi TL di tour and travel ayahku. Jadi liburanku gak terbuang percuma, ada pelajaran di tiap tour yang aku tangani. 
Berhubung tour and travel ayahku ada di Malang, jadinya aku tiap weekend pergi ke Malang. Di sana aku membantu staff ticketing, atau paling tidak aku membuat tour program yang ke depannya bisa di jual. 
Tapi kadang juga, kalo ada tour dan harus melibatkan aku waktu hari-hari kuliah, aku terpaksa ijin. Untungnya, pihak kampus selalu mengerti. Tapi ya gak setiap waktu guys, tetap ada batas-batasnya. 

Intermezo 
Selingan aja nih guys, selain aku suka banget traveling, aku juga suka kuliner apalagi kalo udah western food dan nasi goreng. Itu menu andalanku banget deh! 
Aku juga mengidolakan sesosok manusia yang menjadi inspirasiku berkarir di bidang UPW ini, emang gak terkenal tapi dialah orang yang sudah mendobrak pikiran dan semangatku. Dia adalah ayahku. Sangat bangga memiliki ayah seperti beliau, sabar namun tegas. Meskipun kadang-kadang suka plin-plan tapi beliau adalah orang yang humoris. 


Oh ya, aku punya pengalaman traveling sendirian lho. Kebetulan aku punya teman di Malaysia, dan aku pengen banget ke sana. Berhubung gak punya temen untuk pergi ke sana, terpaksa aku pergi sendirian. Meskipun kesepian, tapi itu pengalaman yang tidak akan terlupakan. Baiklah, aku akan berbagi sedikit pengalamanku buat kalian yang akan traveling ke luar negeri sendirian, aku punya beberapa tips nih, cekidot! 
  1. Ketika kamu reservasi tiket pesawat, pelajari betul-betul kondisi tiketnya. Bisa refund atau tidak, bisa reschedule atau tidak. Lalu ada perubahan tidak dari airline yang bersangkutan, usahakan dicheck secara berkala, karena aku sempet gak jadi berangkat sebab pihak airline tiba-tiba mereschedule flightku tanpa konfirmasi. Kalo udah gitu mending telpon customer servicenya atau kalo kalian reservasi lewat agen, lapor aja. Oh ya, di liat juga kalian pake bagasi atau tidak, sehingga kalian bisa tau jumlah bagasi yang boleh kalian bawa.
  2. Selalu bawa passport kemana-mana, jangan sampai lupa ditaruh mana, bisa kasian yang dibelakang kalian, nungguin lama. Apalagi ini penerbangan internasional, jadi jangan malu-maluin yah :’)
  3. Eitttsss, jangan lupa tuker uang kalian yaaaaa alias money changer! Tuker uang seperlunya kalian selama tinggal di sana, kalo aku saranin nih yaaa sisain buat rupiah juga, ntar kalo butuh rupiah biar gak bingung. Dan kalo case flight kalian adalah transit, kalian harus tuker uangnya dalam bentuk 2 atau lebih sesuai dengan negara tempat kalian transit. Soalnya, kadang transit itu tidak hanya sejam atau 2 jam, tapi bisa sampai 7 jam, jadi jangan lupa ya!
  4. Jangan takut tanya! Apalagi ini pengalaman pertama kalian, aku saranin banyak-banyak tanya deh. Emang sih harus pake bahasa inggris, tapi seenggaknya kalian tau bahasa inggrisnya yang kalian mau tanya. Kalo tempat transit kalian adalah Changi Singapore, jangan khawatir, di sana ada wifi dan di setiap Lounge untuk check-in transit ada free internetnya, jadi kalian bisa google translate gitu~ 
  5. Kalian harus tau bandara tempat tujuan kalian. Jangan kayak aku yaa. Jadi di Malaysia itu ada 2 bandara: KLIA dan LCCT. Gara-gara aku gak tau bandara tempat aku landing, aku jadi nyasar di KLIA ketika mau pulang ke Indonesia, padahal harusnya aku di LCCT, dan itu jauh lho guys. So beware, hati-hatiiiiii banget, jangan ceroboh kayak aku.
  6. Kalian harus bener-bener mengenali jalur transportasi umum yang ada di negara tersebut, biar kalian gak nyasar dan bingung ketika kalian harus janjian sama temen atau saudara kalian di suatu tempat. Bahasanya juga harus dipelajari dikit-dikitlah, takutnya dia gak ngeh sama apa yang kita maksud, kayak aku, ngomong bahasa indonesia dia gak ngerti, ngomong bahasa inggris dia juga agak bingung, bisanya bahasa melayu, sedangkan aku gak ngerti sama sekali bahasa melayu. Yah begitulah, pengalaman yang sedikit tidak boleh ditiru.
  7. Kalo kalian naik taksi, mending kalian tanya temen atau saudara kalian yang tinggal di negara bersangkutan berapa tarifnya. Jangan mau dibodohi hanya karena kalian adalah seorang turis di tempat tersebut.
  8. Oh iya! Aku hampir lupa. Jangan terlambat waktu check-in di bandara ya! Mereka open check-in 2 jam sebelumnya, dan open gate 30-45 menit sebelumnya. Jangan terlambat deh pokonya! Soalnya kalo internasional ada imigrasinya, dan itu lama banget antrinya, jadi kita harus pinter-pinter ngatur waktu.
  9. Kalo kalian seorang muslim, harus tau tempat makan halal di negara bersangkutan, intinya adalah kalian harus know well tentang negara tersebut, oke?
  10. Jangan lupa bawa oleh-oleh buat sanak saudara ya! Soalnya itu sebagai bukti kalo kamu berhasil traveling ke negara lain. Buat nyenengin orang lain juga sih hehe 
Oke deh, itulah beberapa tips yang bisa aku share ke kalian.. seru kan bisa traveling sendiri
Atau kalian tipe orang yang gak suka traveling sendiri? Tenaaaaaaang, di MATOA ada program studi observasi ke luar negeri kok, jadi kalian bisa hang out ke luar negeri sama temen-temen kuliah kalian. 
Pengen tau caranya? Klik aja www.majapahit.org atau bisa langsung calling 
Jakarta     : 08883271088, PIN BBM 3298F492 
Surabaya : 081233752227, PIN BBM 2A1CE131
                   081234506326, PIN BBM 2A6A1F4E 
Atau kalian pengen liat kampus keren kami? Langsung aja dateng di Jl. Raya Jemursari 244. Surabaya. 

Can’t wait to see you! :D (/dsp)

Selasa, 25 Maret 2014

Profil Alumnus : Kisah Sukses Riza Hariadi dengan berbisnis “Burger Gosong Saus Jodoh”


Kesuksesan itu berawal dari kerja keras dan semangat yang pantang menyerah,mungkin itu semboyan yang pantas untuk memulai usaha dan mencapai sukses.
“Sekarang saya lagi buka namanya Burger Gosong saus Jodoh”. Kata Riza Hariadi cowok 28 tahun alumni AkparMajapahit yang akrab dipanggil dengan sebutan Riza.
Semenjak masa kuliahnya dulu,Riza memang sudah niat punya usaha sendiri,nggak kepikiran menjadi karyawan untuk kerja diHotel atau Resto.


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.


“Pokoknya setelah lulus dari Akpar Majapahit,saya harus punya usaha sendiri”. Terbukti setelah Riza lulus yaitu pada tahun 2011,Riza merintis karier dengan tidak bekerja sebagai karyawan baik di Hotel maupun Restoran sebagaimana seperti jurusan yang dia ambil di Akpar Majapahit.
“Saya memutar otak,bukan bagaimana saya bisa ketrima di Hotel Berbintang,akan tetepi saya menerapkan ilmu yang saya dapat selama belajar di Akpar Majapahit dengan merintis usaha,apalagi selama kuliah memang di latih menjadi entrepreneur”
Tentu saja banyak lika liku yang dialami Riza dalam merintis usahanya, tak seperti yang Dia bayangkan,tak semudah membalikkan telapak tangan.


“Kendala saya awalnya pada Modal,saya ingat betul kata Pak Hedi (Dosen yang mengajar Matakuliah Enterpreuner  di Akpar Majapahit) selalu bilang bahwa Modal utama dalam berwirausaha bukanlah Uang,tapi Modal berani aja sudah cukup”
Akhirnya Riza dengan Bondo nekatnya supaya keinginannya punya usaha terlaksana,Riza pun menjual barang yang ada,dan masih terasa kurang,Riza juga meminjam uang di kerabat dekatnya,saudara,maupun sisa uang tabungan di bank,Dia gunakan sepenuhnya untuk modal.
“Karena di Lombok banyak saudara dan sekalian pengen cari suasana baru, jadi saya memutuskan pindah di Lombok”
“Motor saya yang terjual tadi,saya belikan motor bekas yang harganya agak murah disini,sisanya buat nambahin modal”


Pengorbanan Riza tak sampai disitu,beruntung untuk tempat tinggal Dia masih dikasih numpang,sehingga tidak begitu banyak pengeluaran Riza kala itu.
Disanalah Riza mulai berfikir keras,mau jualan,produk apa yang nantinya bakal laku disini ? pertanyaan demi pertanyaan masih melayang dipikirannya.  Hingga suatu ketika Riza pun melihat peluang bagus disana. Hal ini karena tempat tinggal Riza dekat dengan Pantai yaitu di Senggigi-Lombok.
            “Saya lihat,disini kok nggak ada yang jualan Hotdog, padahal banyak Bule. Yasudah, akhirnya saya berfikir dengan berjualan Hotdog disini dagangan saya bakal laris,karena pesaingnya tidak ada,akhirnya saya mencoba jualan Hotdog sekalian sama Burger”
Akhirnya Riza pun mendirikan outlet di dekat pantai dengan nama Brand “Surfing Duo Burger and 
 Hotdog”.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.


nama itu sudah Riza pikir matang matang,karena letak outletnya yang tak jauh dari tempat peristirahatan para Bule setelah selesai Surfing. Beruntung juga,karena Riza tidak harus sewa tempat outletnya mahal mahal, tapi Dia hanya diberi kewajiban membayar listrik sama airnya saja.
Usaha Hotdog Riza mulai jalan dan berkembang,sampai akhirnya ada tawaran kepada Riza untuk buka cabang  di Mataram. Tawaran itu akhirnya membuat Riza tertarik karena bekerjasama dengan saudara yang akan membuka usaha juga. Tentu saja Riza berpikir panjang akan hal ini,selain melihat prospek kedepan usahanya kelak akan meluas karena tak lagi bermodal sedikit,Riza juga melihat target pasar yang bagus di lokasi yang akan Riza bangun di Mataram.

Akhirnya tercapailah keinginan Riza membuka cabang jualan Hotdog nya di Mataram, tentunya lebih gede dan menjanjikan. Karena modalnya pun tak tanggung tanggung.
sudah beberapa kali mengganti nama Brand dagangannya,upgrade produk,dan belajar terus membuat inovasi baru, karena memang sejak kuliah di Akpar Majapahit Riza terkenal Mahasiswa yang selalu ingin mencoba, Riza selama Kuliah juga menekuni di Food and Beverage product.
Sampai akhirnya dengan mencoba memberi varian pada produknya,Riza menghasilkan produk yang paling disukai pelanggan. Tak tanggung tanggung, Riza pun juga belajar Marketing.
Dari situlah Hotdog & Burger Riza mulai dikenal masyarakat luas,biar lebih gampang dikenal lagi, Riza mengganti nama Outlet nya menjadi “Mr. Unyu” : Burger Gosong Saus Jodoh. Unik bukan ?? Riza membuat nama unik ini,tidak ada filosofi tersendiri didalamnya,hanya haja menurut Riza,biar lebih dikenal dan unik didengar.


Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.


Bagi Riza kesuksesannya sekarang masih belum seberapa, Riza akan terus berinovasi untuk memajukan usahanya. Kesuksesan inilah Dia raih dengan jerih payah. Selain hobi nya memasak dan bereksperimen, Riza juga suka membaca buku aplikatif seperti Marketing dan bisnis. Sehingga Dia berkesimpulan bahwa  membuka bisnis kecil kecilan jauh lebih baik daripada bekerja menjadi karyawan, lebih kerennya lagi mungkin ada benarnya Kata Robert T Kiyosaki, yaitu istilah “Kuadran Kanan” /Mental Entrepreneur .
            “Saya sangat beruntung bisa belajar di Akademi Pariwisata Majapahit,karena Dosennya yang memang sudah pengalaman,hampir semua Mata kuliah yang diajarkan disana saya suka.”
Adapun faktor pendukung lainnya yaitu di Akademi Pariwisata Majapahit mempunyai fasilitas lengkap yang mampu mendukung kegiatan belajar Mahasiswa.
“Ditambah lagi suasana kuliah yang friendly dan lingkungan kampus yang super nyaman , bikin saya betah,dan ilmu yang bikin kita RUGI KALAU KETINGGALAN” . Sambungnya.
Riza yang sejak Kuliah memang menyukai Mata kuliah Culinary, Pastry dan Bakery, karena menurutnya itu ilmu yang sangat luar biasa,kalau saja satu hari ketinggalan kelas akan menjadi hal yang sangat disesalkan baginya.
            “Saya yakin teman teman yang belajar di Akpar Majapahit juga merasakan seperti itu,sangat banyak sekali pengetahuan dan ilmu yang kami dapat saat duduk dibangku Kuliah”
Riza yang merupakan Alumnus Akpar Majapahit tahun 2011 kemarin,tak lupa selalu memberi motivasi kepada adik tingkatnya,agar selalu belajar serius dan kalau bisa semuanya menjadi Entrepreneur. Karena sejak awal kuliah,Jiwa kita memang dicetak menjadi pengusaha. Terbukti hal ini bisa Riza raih dengan semangatnya dan juga karena bermodal bekal ilmu yang Dia dapat selama duduk dibangku Kuliah di Akpar Majapahit.
Ada hal yang tak terlupakan bagi Riza selama Dia masih berstatus Mahasiswa di Akpar Majapahit ini. Pasalnya pada tahun ke-3 Dia kuliah,kebetulan ada Matakuliah entrepreneur plus praktek langsung dilapakan (Simulasi Kerja Nyata). Pada saat itu Riza ingat betul keseruan yang terjadi pada saat bersama kelompok dikelasnya, mereka harus berjualan Sushi Rendang. Bahkan sempat ada kejadian konyol waktu itu Riza pernah diprotes tukang becak.
            “Saya ingat betul tuh,si Pak tukang becaknya bilang begini : Mas kalau sudah kaya dirumah aja, ngapain jualan disini,bikin warungnya nggak laku . Lucunya lagi Bapak itu ngomongnya makek bahasa jawa medhok, sambil nunjuk warung temannya”
Wajar saja kalau banyak kecemburuan sosial yang dialami oleh masyarakat sekitar yang berjualan disana, karena waktu itu Riza dan teman temannya berjualan menggunakan Mobil Kampus dengan berseragam Chef, jadi mereka mungkin merasa tersaingi. Kejadian itu nyata terjadi dilapangan,sehingga membuat Riza berfikir bahwa dalam membuka usaha dirinya harus pintar pintar bersosialisasi, menjaga hubungan positif dengan orang sekitar.
            “Belajar dari pengalaman,dan kenyataan dilapangan, hal ini butuh pengalaman dan insting, sejauh ini asam manis selama berwirausaha sudah saya rasakan, pahit manisnya dilapangan kami sudah tau” .
Beruntunglah buat yang memang senang belajar dan ingin maju, ibarat Mata Air, banyak orang yang cuma hanya ingin lihat saja, ada juga yang hanya ingin foto foto ada pula yang benar benar haus dengan Mata Air tersebut, Riza termasuk dalam orang yang haus dengan Mata Air tersebut, sehingga bagaimana pun caranya, Dia nggak mau tinggal diam,berusaha untuk mendapatkan dan meraih Mata Air tersebut.

Info Kuliah di Akpar Majapahit
081234506326. PIN BB: 2A6A1F4E.
081233752227. PIN BB: 2A1CE131.
08883271088.  PIN BB: 3298F492.
            “Balajar di Akpar Majapahit, kita jadi punya bekal, banyak sekali, namun setelah kita punya bekal itu, semua kembali tergantung pada kita masing masing, bekal itu mau diapakan. Di simpan saja,atau diledakkan didunia nyata, kalau saya pribadi ingin bebas MELEDAKKAN apa yang saya dapatkan, maka dari itu saya lebih memilih membuka usaha sendiri” sambung Riza dengan senyum khasnya.
-Jangan menganggap setiap kendala sebagai halangan, namun lihatlah sebagai peluang yang menantang-  You Will Be Entrepreneur 
 (/Nisa)