Graha Tristar

Graha Tristar

Jumat, 17 November 2017

Adu Kreasi Kemasan Produk Oleh Mahasiswa Patiseri Advance



Adu Kreasi Mahasiswa Patiseri Advance Membuat Produk dan Kemasan di Tristar Institute Surabaya

Kreatifitas mahasiswa Tristar Institute selalu dikeluarkan setiap mengadakan kegiatan maupun di kelas perkuliahan. Mereka bersaing menciptakan produk baru Seperti kegiatan perkuliahan yang bertepat pada hari Jumat, 16 november 2017 mahasiswa patiseri mendapatkan tema mata kuliah tentang cara membuat kemasan produk yaitu All About Packaging. Dibimbing oleh dosen pembimbing ibu Laurentia Vivi M.M. Par dan asisten dosen Jiurike Alvionita Yap. Kemudian mahasiswa Diarahkan mulai dari pembuatan produk yaitu Brookies (brownies cookies), Assorted Pie, Spido (spinach doughnut), Boring (brownies arang), Macarons Chigarette dan Mango Smoothies Cake.
 
Salah satu Mahasiswa Mengukur Suhu Air
 
Tahap Membuat Adonan Pie Filling

Salah satu produk yang menarik adalah borang yaitu brownies arang. Kandungan bubuk arang ini yang menghasilkan warna brownies menjadi hitam. dipadukan dengan rasa manis legit dari cokelat masak pekat serta topping renyah dari almond dan keju. Kreasi borang diciptakan dari salah satu mahasiswa kelas patiseri advance yang bertujuan menciptakan produk yang inovatif untuk usaha kuliner.  Setelah produk sudah matang, dilanjutkan dengan pembuatan kemasan produk. Kemasan yang dibuat terbuat dari bahan yang mudah didapat oleh mereka seperti karton, toples, kardus hingga kertas roti.


Membuat Kemasan Brookies 



Ibu Dosen Vivi Memberikan Evaluasi Hasil Produk Kemasan

Hasil Kemasan Macarons Chigarette

Hasil Kemasan Borang

Hasil Kemasan Assoerted Pie

Hasil Kemasan Brookies

 Mulai dari pemilihan bahan, pengukuran, pemotongan hingga penempelan dilakukan oleh para mahasiswa secara teliti sehingga menghasilkan kemasan yang unik dan cantik. Sebelum produk dimasukkan dalam kemasan, proses pemotongan produk dilakukan agar sesuai dengan ukuran kemasan. Tidak lupa, hiasan kecil seperti pita, serat kayu atau surat kecil ditambahkan pada masing-masing kemasan. Sebelumnya, Pengetahuan kemasan produk didapat oleh mahasiswa dari mata kuliah packaging yang diajarkan oleh ibu Juli. Dilanjutkan ketahap penilaian dan evaluasi hasil praktik dengan ibu vivi. “untuk pengemasan produk makanan sebaiknya tidak hanya satu lapisan kemasan melainkan ada beberapa lapisan kemasan agar produk tidak mudah rusak dan tidak mudah terkontaminasi bakteri” ujarnnya.

Mudahnya Membuat Cake Komersial di Kelas Patiseri Advance



MUDAHNYA MEMBUAT CAKE KOMERSIAL DI KELAS PETISERI ADVANCE BERSAMA PARA CHEF HANDAL

Tristar Institute merupakan kampus pencetak mahasiswa yang siap untuk kerja diperusahaan kuliner, mulai management jasa boga sampai bagian tenaga kerja kulinernya.  Selasa, 8 novenber 2017 mengadakan tema praktik cake komersial di kelas petiseri advance. Kelas patiseri advance Dikelola oleh ibu vivi serta dibantu dengan  Asisten dosen ibu jiurike alvionita Yap. Tema  praktik kali ini bertujuan agar mahasiswa tahu begitu mudahnya membuat cake komersial yang sedang digandrungi konsumen. Selain enak, cake komersial juga sangat cocok dijadikan produk usaha kuliner rumahan.
Terdapat 3 jenis cake komersial yang dipelajari dalam satu hari yaitu  Opera cake, Watermelon Rollcake dan Japanesse Cheesecake. Pengajar tema kali ini didatangkan langsung dari brand filma  yaitu chef profesional  yang bernama chef Kim Gery, chef Mickey dan chef Kevin. Untuk keahlian dalam membuat cake sudah tidak diragukan lagi, dengan lantang dan jelas para chef memberikan teori seputar cake kepada mahasiswa patiseri advance sebelum mempraktikan resepnya.

Asisten dosen Jiurike mengawasi kinerja mahasiswa

“saat memberikan filling pada rollcake, usahakan cake sudah dalam keadaan dingin atau uap panas hilang agar butter cream tidak leleh” terang chef mickey. Sambil membuat fiiling dan base cake, mahasiswa juga menyiapkan hiasan cake seperti buah potong, Chocolate Garnish maupun kocokan Whipe Cream.
Dilanjutkan dengan mempraktikan resep Japanesse Cheesecake, cake  dari jepang yang sedang happening saat ini. Tak lupa beberapa tips membuat cake ini diberikan kepada mahasiswa sebelum membuatnya “ Japanesse Cheesecake merupakan cake yang menggunakan teknik pemanggang secara au ben marie yaitu diluar Loyang adonan diberikan sedikit air agar pori-pori cake halus dan lembab” kata chef Kim Gery.
Chef Kim Gery menghias glaze cake

Tahap selanjutnya adalah menghias cake, dengan antusias para mahasiswa memberikan berbagai hiasan diatas cake. Kemudian diberikan kepada para chef untuk mendapatkan evaluasi produk yang sudah dipraktikan. Evaluasi praktik juga tak kalah penting dilakukan oleh pengajar agar mahasiswa menjadi lebih baik kedepannya.

Menariknya Modifikasi Lapis Legit Bersama Ibu Reni Savitri Di Tristar Institut



Menariknya just demo modifikasi lapis legit batik di kelas patiseri II
bersama ibu Reni Savitri

Lapis legit merupakan jajanan ala belanda yang memiliki rupa cake berlapis-lapis dengan teknik pemanggangan yang cukup rumit hingga menjadi khas yang diminati oleh konsumen sebagai oleh-oleh, . Paduan rasa manis dan gurih dari butter serta tekstur lembut saat digigit menjadi favorit. Seperti tema kali ini di kelas patiseri yaitu modifikasi lapis legit,  yang dilaksanakan pada tanggal 10 novenber 2017 pukul 09.00 WIB di tristar institute jemur sari. Ibu Reni Savitri M. Par. Menjadi dosen pembimbing kelas patiseri sekaligus memdemokan resep modifikasi lapis legit tersebut.

Sebelum mendemokan cara membuat lapis legit,ibu reni menerangkan jenis cake yang akan di gunakan modifikasi. “lapis legit kali ini berbeda dengan lapis legit yang dijual di pasaran, saya akan mempraktikan modifikasi lapis legit dan spiku dengan bentuk seperti anyaman” kata bu reni. Dilanjutkan memperkenalkan bahan yang digunakan dan teknik pengocokan yang berbeda setiap cakenya. Tidak lupa oven pemanggangan sudah dipanaskan terlebih dahulu dengan tinggi suhu 200oC selama 5-10 menit. Menuang adonan lapis legit cukup beberapa sendok saja setiap lapisan nya sehingga  memiliki banyak lapisan . Teknik memanggang adonan nya cukup memakan waktu lama yaitu 40 menit.
Kemudian dilanjutknan membuat spiku yang metode pembuatan nya sama seperti pembuatan sponge cake. Adonan spiku diberi pewarna ungu atau pasta agar ketika dilapisi oleh lapis legit  dapat terlihat perbedaan warnanya. Setelah spiku matang, tahap memotong dan menempelkan lapis legit hingga membentuk seperti anyaman. Cara menempelkan nya cukup mudah, dengan diolesi sedikit susu kental manis kedua sisi lapis legit yang sudah dipotong kemudian ditumpuk spiku dasar dan bagian atasnya sambil ditekan.
Modifikasi lapis legit dibuat seperti batik akan meningkatnkan harga jual dibandingkan dengan lapis legit biasa yang dijual dipasaran.sehingga tema just demo dari bu reni sangat cocok untuk produk usaha kuliner.

Lapis legit batik























Keseruan mahasiswa patiseri II di kelas cake dekorasi butter cream



KESERUAN MAHASISWA PETISERI TRISTAR INSTITUTE DENGAN  TEMA KELAS CAKE DEKORASI BUTTER CREAM

Cake adalah hidangan penutup berbahan darar dari tepung terigu, telur, gula dan lemak. Kemudian dihias sedemikian rupa hingga menjadi cake yang cantik dan memikat para pecinta dessert. Tepat pada tanggal 8 november 2017, kelas pattiseri II di Tristar Institute sedang mempelajari tentang cake yaitu dekorasi cake butter cream untuk pemula. Tema kelas kali ini meliputi dekorasi cake tentang Halloween, Valentine dan Islamic new years serta menggunakan jenis cake yang lembut yaitu sponge cake
Mahasiswa menimbang bahan yang dibutuhkan

Ibu Ita mempraktekan cara memotong cake

Sebelum mempraktikan resep, para mahasiswa diberikan teori seputar cake oleh tenaga pengajar profesional ibu reni savitri M. Par lulusan dari universitas trisakti Jakarta sebagai dosen petiseri dan dibantu dengan asisten dosen yang tak kalah handal yaitu ibu ita lulusan dari universitas airlangga surabaya. Dalam satu kelas terdapat 16 mahasiswa yang dibagi menjadi 8 kelompok untuk praktik dekorasi cake butter cream.
Meskipun dalam lingkup pendidikan, Suasana yang didapatkan dikelas ini tidak selalu tegang. Terkadang dosen pembimbing memberikan candaan saat praktik agar mahasiswa merasa dekat dan akrab. Kemudian beberapa tips membuat cake  dituturkan oleh ibu reni “ sebelum mengocok adonan, usahakan oven sudah dipanaskan terlebih dahulu agar cake tidak turun atau bantat”. Sambil menunggu cake dipanggang, para mahasiswa langsung mencampuri pewarna kedalam butter cream yang sudah dibuat sebelumnya. Dengan hati-hati mereka menuangkan pewarna makanan agar warna yang dihasilkan sesuai keinginan. 
 
Tahap evaluasi dari Ibu Reni pada hasil praktik mahasiswa

Dilanjutkan ketahap selanjutnya, cake yang sudah matang dan dingin dihias dengan butter cream sesuai tema yang diambil. “jika ingin dekorasi cake bertema valentine, gunakan hiasan mawar butter cream dan daun agar cake terlihat hidup dan muncul” ujar ibu reni. Bentuk cake yang dibuat pun bermacam-macam, mulai berbentuk hati, ketupat hingga hingga labu ala Halloween
Hasil cake bertema Valentine

Hasil cake bertema Islamic New Year

Tidak lupa general cleaning dilaksanakan setelah praktik dekorasi, tahap ini diberikan agar mahasiswa dapat selalu disiplin dan bertanggung jawab dalam hal kebersihan kelas. Sesi evaluasi setiap kelompok praktik diberikan setelah kelas petiseri berakhir oleh ibu reni, dengan begitu para mahasiswa tahu kelebihan dan kekurangan hasil praktik mereka sehingga dapat lebih mengetahui kekeurang dan kelebihan produk.*Selv